Produk terlaris adalah produk dengan jumlah atau nilai penjualan paling tinggi pada periode tertentu. Produk paling untung adalah produk yang memberi kontribusi laba terbesar setelah biaya yang relevan diperhitungkan. Keduanya bisa sama, tetapi tidak selalu.
Perbedaannya penting. Produk yang laku 300 unit dengan margin kecil dapat menghasilkan kontribusi berbeda dari produk yang laku 80 unit dengan margin lebih besar. Angka penjualan saja belum cukup untuk memilih produk mana yang perlu diprioritaskan.
Samakan dulu arti “terlaris”
Ada sedikitnya tiga cara orang memakai istilah produk terlaris:
- Jumlah unit paling banyak terjual.
- Nilai omzet paling besar.
- Produk yang muncul di transaksi paling banyak.
Hasilnya dapat berbeda. Sebotol minuman murah mungkin menang berdasarkan unit, sedangkan paket keluarga menang berdasarkan omzet. Tentukan metrik dan periodenya sebelum membuat daftar peringkat.
Gunakan data dari periode yang sama dan keluarkan transaksi batal. Jika produk dijual dalam satuan berbeda-misalnya satuan, pak, dan dus-rapikan dulu data produk dan satuannya melalui panduan cara merapikan produk dan SKU.
Hitung kontribusi sederhana per produk
Untuk pemeriksaan awal, gunakan contoh sederhana:
Kontribusi kotor sederhana = pendapatan produk − biaya langsung produk
Rumus ini bukan laporan laba rugi lengkap. Ia belum memasukkan seluruh biaya operasional, pajak, penyusutan, atau pembagian biaya bersama. Namun, perhitungan ini dapat membantu menemukan produk yang perlu ditelaah lebih lanjut.
| Produk fiktif | Unit terjual | Pendapatan | Biaya langsung | Kontribusi sederhana |
|---|---|---|---|---|
| Kopi Susu | 300 | Rp6.000.000 | Rp4.200.000 | Rp1.800.000 |
| Paket Sarapan | 120 | Rp4.800.000 | Rp2.400.000 | Rp2.400.000 |
| Biji Kopi 250 g | 60 | Rp3.600.000 | Rp1.800.000 | Rp1.800.000 |
Pada contoh ilustrasi ini, Kopi Susu paling laku berdasarkan unit. Namun, Paket Sarapan memberi kontribusi sederhana lebih besar. Kesimpulannya bukan “hentikan Kopi Susu”, melainkan “lihat peran tiap produk sebelum memilih tindakan”.
Periksa biaya yang sering tertinggal
Biaya langsung harus memakai definisi yang konsisten. Tergantung jenis usaha, komponen yang perlu dilihat dapat mencakup:
- bahan atau harga beli barang;
- kemasan yang digunakan per transaksi;
- potongan harga yang benar-benar diberikan;
- komisi atau biaya kanal per transaksi;
- barang rusak atau bahan terbuang yang dapat ditelusuri;
- biaya pengiriman yang ditanggung usaha.
Jangan memasukkan atau mengeluarkan biaya hanya agar hasil terlihat bagus. Catat asumsi dan mintalah tinjauan akuntansi ketika angka akan dipakai untuk laporan resmi, pajak, atau keputusan harga.
Untuk konteks yang lebih lengkap, pelajari modul keuangan RAMUNI untuk melihat hubungan transaksi, biaya, laba, dan catatan keuangan.
Waspadai diskon dan produk pemancing
Produk terlaris kadang sengaja diberi harga rendah untuk menarik pembelian lain. Dalam keadaan ini, kontribusinya tidak dapat dinilai sendirian.
Periksa apakah produk tersebut sering dibeli bersama produk lain. Contoh: Kopi Susu bermargin lebih kecil, tetapi 60% transaksinya disertai roti dengan kontribusi lebih tinggi. Analisis pasangan produk dapat memberi konteks, tetapi tetap hindari menganggap hubungan tersebut sebagai sebab tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Pertanyaan yang layak dicatat:
- Apakah penjualan tambahan terjadi tanpa diskon besar?
- Apakah stok dan kapasitas tim mampu melayani permintaan?
- Apakah produk terlaris meningkatkan barang rusak atau waktu tunggu?
- Apakah pola muncul berulang pada beberapa periode?
Bedakan kontribusi produk dari laba usaha
Kontribusi kotor per produk belum sama dengan laba bersih usaha. Sewa, gaji, listrik, biaya perangkat, pajak, dan biaya bersama tetap perlu diperhitungkan sesuai metode yang benar.
Itulah sebabnya angka “margin produk 40%” tidak boleh langsung dibaca sebagai “usaha untung 40%”. Baca panduan perbedaan omzet, laba, dan arus kas agar istilah tidak dipakai bergantian.
Pilih tindakan yang tidak merusak konteks
Setelah menemukan produk dengan kontribusi berbeda, jangan otomatis menaikkan harga atau menghentikan penjualan. Buat urutan pemeriksaan:
- Pastikan satuan, biaya, diskon, dan retur sudah benar.
- Bandingkan beberapa periode yang setara.
- Periksa dampak pada produk lain dan operasional.
- Catat perubahan kecil yang ingin diuji.
- Tentukan orang yang meninjau hasilnya.
Contoh tindakan yang aman adalah memeriksa pemborosan bahan, merapikan paket penjualan, atau meninjau diskon yang tidak konsisten. Keputusan harga tetap membutuhkan pertimbangan pasar, pelanggan, biaya, dan kondisi usaha.
Checklist pemeriksaan:
- “Terlaris” punya definisi dan periode yang jelas.
- Biaya langsung memakai sumber dan satuan yang konsisten.
- Diskon, retur, dan biaya kanal ikut diperiksa.
- Kontribusi produk tidak disebut sebagai laba bersih.
- Keputusan akhir ditinjau manusia dengan konteks usaha.
Daftar produk terlaris adalah awal percakapan. Nilai sebenarnya muncul ketika tim dapat menjelaskan apa yang membentuk penjualan, biaya apa yang ikut bergerak, dan tindakan apa yang layak diuji tanpa mengabaikan kondisi lapangan.






